Perbedaan-LED-dan-LASER

Perbedaan LED dan LASER

Perbedaan LED dan LASER – Ada beberapa jenis perangkat digunakan untuk memancarkan cahaya. Dua perangkat khusus yang digunakan sebagai sumber cahaya pada senter, lampu lalu lintas, peralatan medis, dll adalah LED dan LASER.

Baik LED maupun LASER dapat memancarkan radiasi elektromagnetik dalam bentuk cahaya. Meskipun, ini berbeda satu sama lain.

Pada artikel ini, kami akan membahas semua perbedaan LED dan LASER. Mari kita mulai dengan beberapa informasi dasar tentang LED dan LASER sehingga nantinya menjadi mudah untuk memahami perbedaan di antara keduanya.

Apa itu LED?

LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode. LED adalah perangkat semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika arus listrik mengalir melaluinya.

Pada dasarnya, LED adalah dioda sambungan PN di mana elektron bergabung kembali dengan hole untuk melepaskan energi dalam bentuk foton cahaya.

LED adalah sumber cahaya yang tidak koheren yang berarti foton-nya tidak sefase. Juga, itu bukan sumber cahaya monokromatik, yaitu menghasilkan campuran gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang berbeda dan karenanya dapat terdiri dari banyak warna.

Cara kerja LED didasarkan pada prinsip electro-luminance, yaitu laminasi menggunakan partikel bermuatan (elektron dan hole).

LED menghasilkan sinar cahaya yang berbeda, yaitu cahaya yang dihasilkan oleh LED dapat melakukan perjalanan ke arah yang berbeda secara acak.

LED membutuhkan sedikit daya untuk pengoperasiannya dan tidak memerlukan feedback untuk beroperasi

Aplikasi umum LED adalah pada lampu indikator, pencahayaan area, display, teknologi komunikasi, lampu depan kendaraan, senter, dll.

Apa itu LASER?

LASER adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. LASER adalah perangkat yang memancarkan cahaya melalui proses amplifikasi optik berdasarkan konsep emisi terstimulasi dari radiasi.

Pada LASER, ketika elektron dalam atom dari bahan penguat menyerap energi dari arus listrik atau sumber cahaya, mereka akan tereksitasi..

Elektron tereksitasi ini bergerak dari keadaan energi rendah ke keadaan energi tinggi. Ketika elektron ini kembali ke keadaan normal, memancarkan foton cahaya.

LASER memiliki banyak sifat unik seperti monokromatik (yaitu satu warna cahaya), non-divergen, koheren, dll.

LASER membutuhkan lebih banyak daya dibandingkan dengan LED. Juga, feedback yang tepat diperlukan pada LASER.

Aplikasi LASER yang paling umum adalah dalam pencetakan, drive memori optik, scanner, fiber optik, operasi laser, komunikasi optik, sistem pengukuran, dll.

Baca juga: Perbedaan RADAR dan SONAR

Perbedaan LED dan LASER

Semua perbedaan utama antara LED dan LASER tercantum dalam tabel berikut ini:

Dasar Perbedaan LED LASER
Singkatan LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode. LASER adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation.
Definisi Perangkat semikonduktor yang menghasilkan cahaya ketika arus listrik mengalir melaluinya disebut LED atau Light Emitting Diode. Perangkat yang memancarkan cahaya dengan amplifikasi optik menggunakan emisi terstimulasi dari radiasi elektromagnetik disebut LASER.
Prinsip kerja Cara kerja LED didasarkan pada prinsip electro-luminance. Cara kerja LASER didasarkan pada prinsip emisi terstimulasi.
Kromatisitas LED biasanya polikromatik, yaitu menghasilkan pita panjang gelombang yang lebih luas. LASER adalah sumber cahaya monokromatik karena menghasilkan cahaya dengan panjang gelombang tunggal.
Koherensi LED adalah sumber cahaya yang tidak koheren, yaitu foton yang keluar dari fase. LASER adalah sumber cahaya yang koheren, yang berarti foton berada dalam fase.
Keterarahan LED menghasilkan seberkas cahaya divergen. Dengan demikian, cahaya yang dihasilkan oleh LED dapat merambat ke segala arah secara acak. LASER menghasilkan berkas cahaya non-divergen yang sangat terarah.
Lebar spektral optik LED memiliki spektrum optik yang lebih luas, biasanya berkisar antara 25 nm hingga 100 nm. Untuk LASER, spektrum optik jauh lebih sempit, biasanya 0,01 nm hingga 5 nm.
Emisi LED melibatkan emisi spontan. LASER melibatkan emisi terstimulasi.
Output daya optik LED memiliki daya output optik yang relatif rendah. LASER memiliki daya output optik yang tinggi.
Ketergantungan suhu Pengoperasian LED kurang tergantung pada suhu. Pengoperasian LASER cukup bergantung pada suhu.
Efisiensi konversi LED memiliki efisiensi konversi yang sangat rendah, sekitar 10% hingga 20%. LASER memiliki efisiensi konversi yang relatif tinggi, sekitar 30% hingga 70%.
Reliability LED adalah perangkat yang sangat dapat diandalkan. Keandalan LASER adalah moderat.
Rangkaian penggerak LED memiliki rangkaian penggerak sederhana. Rangkaian penggerak LASER sangat kompleks.
Dampak pada mata LED dipertimbangkan untuk mata manusia. LASER tidak aman untuk mata telanjang manusia. Oleh karena itu, mata harus diberikan keamanan saat melihat LASER.
Feedback Tidak ada kebutuhan feedback pada LED. Feedback yang tepat sangat penting dalam LASER.
Kebutuhan daya LED membutuhkan daya yang relatif lebih sedikit untuk pengoperasiannya. LASER membutuhkan lebih banyak daya daripada LED.
Respon LED memiliki respons yang lambat. LASER memiliki respon yang relatif lebih cepat.
Harga Harga LED murah. Harga LASER lebih mahal dari LED.
Aplikasi LED digunakan dalam beberapa aplikasi seperti penerangan area, komunikasi jarak sedang dengan kecepatan data rendah, lampu depan mobil, display, dll. LASER digunakan dalam komunikasi optik, pengelasan, pemotongan logam, bedah medis, dll.

Kesimpulan

Perbedaan paling signifikan antara LED dan LASER adalah bahwa LED bekerja berdasarkan prinsip electro-luminance, sedangkan LASER bekerja berdasarkan prinsip emisi terstimulasi.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan LED dan LASER yang tim joga-pcba.com berikan untuk dapat menambah wawasan Kamu semuanya.