Perbedaan-Amplifier-Dan-Osilator

Perbedaan Amplifier Dan Osilator

Perbedaan Amplifier Dan Osilator – Dalam teknik elektronik dan komunikasi, amplifier dan osilator adalah dua rangkaian penting.

Perbedaan utama antara amplifier dan osilator adalah bahwa amplifier meningkatkan besarnya sinyal, sementara osilator menghasilkan sinyal berosilasi. Namun, ada lebih banyak perbedaan antara amplifier dan osilator yang akan kita pelajari di artikel ini.

Namun, sebelum mengetahui perbedaannya, mari kita lihat sekilas tentang apa itu amplifier dan osilator.

Apa itu Amplifier?

Amplifier adalah rangkaian elektronik yang menerima sinyal lemah sebagai inputnya dan menghasilkan sinyal output dengan besaran atau intensitas tinggi.

Amplifier menggunakan sumber daya DC untuk meningkatkan energi atau intensitas sinyal lemah. Itu karena amplifier tidak menghasilkan energi sendiri.

Rangkaian amplifier sederhana dapat dirancang dengan menggunakan BJT (bipolar junction transistor). Ketika transistor junction bipolar dioperasikan di wilayah aktif, transistor berfungsi sebagai penguat dan dapat memperkuat sinyal yang lemah.

Dalam prakteknya, BJT dalam konfigurasi common emitter digunakan sebagai amplifier. Dalam rangkaian CE BJT, sinyal lemah diumpankan ke rangkaian melalui terminal basis-emitor.

Karena daerah basis sangat kecil, maka seluruh arus akan melewati kolektor dan sinyal dengan magnitudo yang meningkat diperoleh pada terminal beban dengan menghubungkan resistor beban.

Berdasarkan jumlah transistor yang digunakan, penguat dapat berupa stage amplifier atau multistage amplifier. Bila rangkaian amplifier hanya berisi satu transistor, maka disebut stage amplifier. Di sisi lain, jika ada beberapa transistor yang digunakan dalam rangkaian amplifier, itu disebut multistage amplifier.

Juga, amplifier dapat diklasifikasikan tergantung pada jenis parameter sinyal yang diperkuat, yaitu amplifier tegangan, amplifier arus dan amplifier daya.

Apa itu Osilator?

Osilator adalah suatu rangkaian elektronika yang memiliki kemampuan untuk membangkitkan sinyal listrik yang berbentuk gelombang baik sinusoidal maupun nonsinusoidal. Oleh karena itu, osilator bertindak seperti sumber arus bolak-balik (AC).

Osilator dirancang sesuai dengan kebutuhan frekuensi untuk aplikasi tertentu, seperti rangkaian osilator frekuensi audio yang diimplementasikan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan sinyal frekuensi audio.

Operasi osilator sinusoidal sangat berbeda dari osilator non-sinusoidal. Dimana, sebuah osilator sinusoidal menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal dengan menggunakan prinsip resonansi.

Sedangkan, osilator non-sinusoidal menghasilkan sinyal non-sinusoidal dengan menggunakan prinsip switching. Dalam praktiknya, sinyal yang memiliki bentuk gelombang non-sinusoidal biasanya dibangkitkan dengan bantuan multi-vibrator.

Untuk pengoperasian osilator, sumber daya DC diperlukan untuk memasok daya operasi yang diperlukan. Osilator menggunakan daya DC ini untuk menghasilkan sinyal frekuensi tertentu dalam bentuk daya AC.

Baca juga : Perbedaan Dioda Dan Rectifier

Perbedaan Amplifier Dan Osilator

Berikut adalah point point penting yang menjelaskan perbedaan antara amplifier dan osilator.

  • Definisi : Sebuah rangkaian elektronik yang meningkatkan besarnya sinyal lemah disebut amplifier. Rangkaian elektronik yang menghasilkan sinyal AC dengan frekuensi tertentu yang memiliki bentuk gelombang sinusoidal atau nonsinusoidal disebut osilator.
  • Sinyal Output : Output dari amplifier hanyalah sinyal yang diperkuat dengan sifat yang sama dengan input. Ini mungkin periode atau aperiodik. Osilator selalu menghasilkan osilasi, yaitu sinyal periodik.
  • Adanya Input dan Output : Sebuah amplifier tentu memiliki input dan output. Sebuah osilator hanya memiliki output.
  • Feedback : Dalam amplifier, feedback negatif digunakan. Osilator menggunakan feedback positif.
  • Kebutuhan sinyal input : Untuk pengoperasiannya, sebuah amplifier membutuhkan sinyal input untuk menghasilkan sinyal output yang diperkuat. Tanpa sinyal input tidak melakukan apa-apa. Osilator tidak memerlukan sinyal input untuk menghasilkan sinyal output berosilasi.
  • Aplikasi : Amplifier banyak digunakan dalam sistem audio untuk meningkatkan intensitas sinyal audio. Osilator banyak digunakan di komputer, laptop, dan banyak perangkat dan sistem elektronik lainnya untuk menghasilkan pulsa clock untuk sinkronisasi.

Kesimpulan

Perbedaan paling signifikan yang harus Kamu perhatikan di sini adalah bahwa amplifier hanya meningkatkan besarnya sinyal lemah untuk menghasilkan sinyal output dengan intensitas tinggi, sedangkan osilator menghasilkan sinyal osilasi dengan frekuensi tertentu. Dalam rangkaian elektronik praktis, osilator digunakan pada tahap awal rangkaian, sedangkan amplifier digunakan berulang kali pada tahap yang berbeda setelah osilator.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan amplifier dan osilator yang tim joga-pcba.com berikan untuk dapat menambah wawasan Kamu semuanya.